Kamis, 03 September 2015

Artikel Kantong Semar


KANTONG SEMAR

Kantong semar (Tropical pitcher plant) termasuk dalam family monotipik. Tanaman yang hampir seluruhnya merupakan tanaman karnivora, pemakan daging, juga memiliki keunikan pada bentuk, ukuran, dan corak warna kantongnya. Pada umumnya, tumbuhan karnivora ini memiliki sulur pada ujung daunnya. Sulur ini dapat termodofikasi membentuk kantong yaitu alat perangkap yang digunakan untuk menangkap memangsanya seperti serangga dan kodok. Kantong ini sendiri secara keseluruhan terdiri atas lima bentuk, yaitu tempayan, oval, silinder, corong dang pinggang. Kantung Semar tumbuh tersebar mulai dari Australian bagian utara, Asia Tenggara, hingga Cina bagian selatan. Indonesia sendiri merupakan negara yang memiliki ragam spesies terbanyak.

Kantong Semar termasuk tumbuhan yang langka dan beberapa jenis (non hibrida) mendekati kepunahan. Dari 386 jenis fauna Indonesia yang terdaftar dalam kategori “terancam punah” oleh IUCN, beberapa spesies Kantong semar berada di dalamnya. Bahkan LIPI mengumumkan beberapa spesies Kantong semar (untuk menghindari perburuan, nama spesiesnya dirahasiakan) sebagai tanaman paling langka di Indonesia.

Karenanya tanaman ini dilindungi berdasarkan Undang-undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Hayati dan Ekosistemnya. Juga peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.
Kelangkaan Kantong Semar (Nepenthes) antara lain disebabkan oleh pembukaan hutan, kebakaran hutan, dan eksploitasi untuk kepentingan bisnis. Kekurang pahaman tidak sedikit masyarakat yang mengeksploitasi Kantong Semar untuk kepentingan bisnis dengan mengambilnya di alam bebas kemudian menjualnya.

            Solusi untuk menjaga kantong semar dengan memperketat sistem perundangan. Kepunahan flora langka ini dapat dicegah dengan ditetapkan perlindungan hukum terhadap flora langka yang dilindungi. Pencegahan ini bertujuan agar flora-flora langka yang hampir punah, tidak hanya menjadi cerita untuk masa depan karena keserakahan manusia dalam mengambil keuntungan dari yang diperolehnya. Kepunahan flora langka ini bisa tidak terjadi apabila kita semua menjaga kelestarian alam, yang mana di dalam terdapat populasi flora serta ekosistem yang berada di dalamnya, serta mencegah kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh alam atau perbuatan manusia sendiri.

1 komentar:

  1. numpang promo ya gan
    kami dari agen judi terpercaya, 100% tanpa robot, dengan bonus rollingan 0.3% dan refferal 10% segera di coba keberuntungan agan bersama dengan kami
    ditunggu ya di dewapk^^^ ;) ;) :*

    BalasHapus